"anak-anak kami"
"jangan macam-macam"
adalah kata2 khas yang diserukan dengan suara yang khas dari seorang guru kimia "favorit" anak2 yang rada terbalik pikirannya akibat terlalu lama baca cerita stensilan karya freddy s. untungnya kami murid kelas XII-IA 2 gak termasuk golongan anak2 tersebut. sebut saja guru kimia kami ini T. pak T ini adalah guru yang paling antik dan "cihuy" di sekolah kami . orangnya berdedikasi tinggi dalam mengajar dan jarang pernah absen dalam mengajar. bagi murid dodol seperti aku ini, guru seperti itulah yang harus segera dimuseum kan karena dapat mengurangi jatah bermain aku dikelas.
aku pernah punya kenangan yang bisa dibilang memalukan dengan pak T ini. suatu ketika seperti biasa aku duduk santai di meja aku sambil goyang2 kaki trus menghayal nikah ama kirana larasati. pak T asik menjelaskan pelajaran kimia tentang reaksi kodoks eh redokson eh redoks di papan tulis sembari juga terkadang jalan2 ke deretan kursi siswa. setelah menjelaskan panjang lebar pak T menghampiri meja aku dan bertanya
"kamu bisa mengerjakan contoh soal itu?" sambil menunjuk papan tulis yang ada didepan
"emmmmm, gak bisa pak" aku pun menjawab dengan nada pelan dan gugup
"ahh, masak kamu gak bisa?"
"beneran pak saya gak bisa" aku pun menyakinkan pak Tdan kali ini dengan nada tinggi tapi masih gugup
"kalo gitu kamu bisa gak pegang kapur ini?" sambil memperlihatkan kapur yang di pegangnya
"ohhhhh, kalo itu bisa lah pak" aku pun menjawab dengan santai kemudian mengambil kapur yang ada ditangan pak T
"oke, kalo begitu kamu kerjakan contoh soal di papan" dengan santai diperintahnya aku ke depan
"lah tadi kan saya bilang, saya gak bisa ngerjain pak?" aku pun berargumen
"tapi kan kamu dah pegang kapur,.. itu tandanya kamu bisa dan mau kedapan" jawab pak T
"tapiii kan pakk..." kalimat qu dipotong ama pak T
"udahhh, jangan macam-macam" sembari melotot dan mempersilahkan aku ke depan.
hidup ini memang kejam kawan. guru pun sekarang bisa menipu anak muridnya
hehehehe
